Labuhanbatu (Sumut), Mitranegaramntv.com 

Peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Desa Kampung Baru Janji, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, kian meresahkan masyarakat.

Sejumlah warga menyebut, aktivitas transaksi narkoba tersebut diduga dikendalikan oleh seorang pria berinisial DW bersama rekannya LEND serta beberapa orang lainnya. Ironisnya, aktivitas yang disebut telah berlangsung cukup lama ini diduga berjalan bebas tanpa tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

Modus transaksi pun disebut-sebut menyerupai penjualan voucher, dengan menggunakan pondok kecil berpintu di area perkebunan kelapa sawit milik warga. Namun, di balik itu, diduga kuat terjadi praktik jual beli sabu yang berlangsung hampir setiap hari.

“Sudah seperti jualan voucher, bang. Orang keluar masuk setiap saat. Transaksi hampir tiap hari. Kami sudah sangat resah,” ungkap salah satu tokoh masyarakat, Jumat (13/4/2026).

Tak hanya di satu lokasi, warga juga menduga jaringan peredaran narkoba ini telah menyebar ke beberapa titik lain, termasuk wilayah Bilah Hilir. Bahkan, nama DW disebut-sebut sebagai salah satu aktor utama dalam peredaran narkoba di kawasan Labuhanbatu, khususnya Rantauprapat.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat, terutama terkait masa depan generasi muda yang dinilai semakin terancam akibat maraknya peredaran barang haram tersebut.

Warga mengaku heran karena hingga saat ini belum terlihat adanya langkah konkret yang mampu menghentikan aktivitas tersebut. Hal ini memunculkan tanda tanya besar terhadap keseriusan aparat dalam menangani persoalan narkoba di wilayah itu.

Masyarakat pun berharap kepada Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu agar segera bertindak tegas dan profesional dalam memberantas peredaran narkoba, tanpa pandang bulu.

Selain itu, warga juga meminta dukungan dari unsur TNI, termasuk Kodim 0209/LB dan Subdenpom I/1-2 Rantauprapat, untuk turut bersinergi dalam menekan dan memberantas peredaran narkoba yang dinilai semakin merajalela.

Jika tidak segera ditangani secara serius dan transparan, masyarakat khawatir peredaran narkoba akan semakin meluas dan berdampak pada rusaknya tatanan sosial serta masa depan generasi muda di daerah tersebut.

Kini, warga hanya berharap agar aparat penegak hukum benar-benar hadir memberikan perlindungan, serta segera menangkap para pelaku yang diduga terlibat, demi terciptanya rasa aman dan ketenangan di tengah masyarakat.

Penulis: (DR. Rangkuti)

By Jomsen Silitonga Wakil Pimpinan Redaksi

Kejujuran Adalah Modal Utama