Labura,( Sumut ), Mitranegaramntv.com – Dugaan praktik pencurian hasil kebun kelapa sawit disertai intimidasi terhadap pekerja dilaporkan terjadi di Desa Sei Apung, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Peristiwa ini disebut telah berlangsung berulang dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja kebun.
Sejumlah pekerja di areal kebun milik keluarga Drs. Robert Aritonang mengaku kerap menghadapi tekanan dari sekelompok orang tak dikenal yang diduga melakukan pencurian. Selain kehilangan hasil panen, para pekerja juga mengaku mendapat ancaman saat berada di lokasi.
Salah satu pekerja, Suharjo, mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami langsung tindakan intimidasi tersebut. Ia menyebut laporan telah disampaikan kepada pihak kepolisian.
“Kalau kami bekerja di areal itu, ada oknum yang datang dan melakukan intimidasi. Laporan sudah kami buat, namun hingga kini kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut,” ujarnya kepada awak media, Senin (13/04/2026).
Menurutnya, situasi tersebut menimbulkan rasa tidak aman bagi para pekerja, terlebih karena kejadian disebut terjadi berulang.
Terkait legalitas lahan, Suharjo menjelaskan bahwa areal kebun tersebut memiliki dokumen resmi, mulai dari Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) hingga Sertifikat Hak Milik (SHM) yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ia juga menyebut batas lahan telah ditetapkan dengan jelas.
“Sejak awal penanaman tidak ada persoalan. Masalah mulai muncul setelah tanaman sawit menghasilkan,” jelasnya.
Di tempat terpisah, pemilik lahan, Drs. Robert Aritonang, berharap adanya penanganan serius dari aparat penegak hukum terhadap laporan yang telah disampaikan.
Ia menyebut pihaknya telah membuat laporan ke Polres Labuhanbatu, di antaranya:
LP/B/1480/XI/2025 terkait dugaan pencurian
LP/B/286/III/2023 terkait dugaan pencurian dengan kekerasan dan ancaman
Namun demikian, ia mengaku masih menunggu kejelasan proses hukum atas laporan tersebut.
“Kami berharap ada kepastian hukum dan perlindungan bagi masyarakat, khususnya para pekerja di lapangan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Polres Labuhanbatu belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan laporan tersebut.
Penulis: DR. Rangkuti






