Sumut-mitranegaramntv.com
Simalungun, Dugaan lemahnya pengawasan mutu Tandan Buah Segar (TBS) kembali menjadi sorotan. Seorang pengusaha pemasok buah sawit berinisial J, yang disebut beralamat di kawasan Simpang Dosin, diduga memasok TBS dengan kualitas yang dipertanyakan ke sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PTPN IV Regional I dan Regional II.

Berdasarkan temuan di lapangan, terlihat truk pengangkut TBS dengan muatan yang diduga banyak berisi buah mentah atau belum memenuhi standar kematangan panen. Buah tersebut disebut-sebut masuk ke beberapa PKS, di antaranya PKS Gunung Bayu, PKS Mayang, PKS Bah Jambi, dan PKS Dolok Ilir, serta diduga juga memasok ke pabrik lainnya di lingkungan PTPN IV.

Dalam industri kelapa sawit, mutu TBS merupakan faktor utama yang memengaruhi rendemen minyak dan kualitas produksi CPO (Crude Palm Oil). Buah yang dipanen terlalu muda atau mentah berpotensi menurunkan rendemen minyak dan dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

Sejumlah pemerhati perkebunan menilai bahwa jika dugaan tersebut benar, maka diperlukan evaluasi serius terhadap sistem grading dan pengawasan penerimaan buah di setiap PKS.

“Setiap PKS memiliki standar mutu yang harus dipatuhi. Jika buah mentah dalam jumlah besar dapat lolos masuk, tentu perlu dipertanyakan bagaimana proses sortasi dan pengawasannya,” ujar seorang pemerhati perkebunan yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Masyarakat juga meminta manajemen PTPN IV Regional I dan Regional II untuk segera melakukan penyelidikan internal guna memastikan kebenaran informasi tersebut. Penyelidikan dinilai penting untuk mengetahui apakah terdapat pelanggaran SOP penerimaan buah atau kelemahan dalam sistem pengawasan mutu.

Beberapa hal yang diharapkan menjadi fokus penyelidikan antara lain:

*Kebenaran dugaan masuknya buah mentah ke PKS milik PTPN IV.

*Volume dan frekuensi pengiriman TBS yang diduga tidak memenuhi standar mutu.

*Mekanisme grading dan pengawasan di pintu penerimaan buah.

*Tanggung jawab pihak pemasok maupun petugas yang berwenang melakukan pemeriksaan mutu.

Potensi kerugian perusahaan akibat penerimaan buah yang tidak sesuai standar.
Selain itu, masyarakat meminta agar hasil penyelidikan disampaikan secara terbuka demi menjaga transparansi dan kepercayaan publik terhadap tata kelola perusahaan perkebunan negara.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PTPN IV Regional I, PTPN IV Regional II maupun pihak pengusaha berinisial J terkait dugaan tersebut.

(Tim Ret)

By Redaksi MNTV

Kejujuran Adalah Modal Utama