Sampit,( Kalteng ), Mitranegaramntv.com

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di sejumlah wilayah menimbulkan antrean panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya bagi kendaraan angkutan umum, logistik, dan angkutan tanah.

Kondisi tersebut membuat para pengemudi harus rela mengantre dalam waktu lama demi mendapatkan solar yang menjadi kebutuhan utama operasional mereka.

Menyikapi hal itu, pihak SPBU berupaya melakukan pengaturan distribusi secara ketat agar penyaluran solar tetap tepat sasaran. Prioritas diberikan kepada kendaraan yang benar-benar membutuhkan, seperti angkutan umum, kendaraan barang, dan angkutan material.

Selain itu, penerapan sistem barcode (barcode) juga diberlakukan sebagai syarat pengisian. Kendaraan yang tidak memiliki barcode tidak diperkenankan mengisi solar, serta dilakukan pengawasan agar tidak terjadi pengisian berulang oleh kendaraan yang sama.

Upaya ini dilakukan guna mencegah penyalahgunaan serta memastikan distribusi BBM bersubsidi dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat yang berhak.

Sementara itu, kondisi di SPBU wilayah Sampit, tepatnya di kawasan Bundaran KB, dilaporkan mulai berangsur kondusif. Antrean masih terjadi, namun tetap dalam pengawasan petugas dan berjalan tertib.

Dengan adanya pengaturan ini, diharapkan distribusi solar dapat kembali normal dan kebutuhan masyarakat, khususnya sektor transportasi dan logistik, dapat terpenuhi dengan baik.

( Rita Devi )

By Redaksi MNTV

Kejujuran Adalah Modal Utama