Banten,Mitranegaramntv.com-Masyarakat di sejumlah wilayah diimbau meningkatkan kewaspadaan menyusul laporan sebaran debu vulkanik pasca erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut menimbulkan perhatian publik, khususnya di wilayah yang berpotensi terdampak paparan abu vulkanik.Senin 07 September 2026
Ketua (DPW) Dewan Pimpinan Wilayah LBH Tipikor Perisai Keadilan Rakyat (PKR),Maman Supratman mengajak masyarakat untuk tetap tenang, namun tidak mengabaikan potensi risiko kesehatan akibat paparan debu vulkanik.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi Gunung Anak Krakatau yang dilaporkan mengalami erupsi pada Sabtu sore, 5 September 2026, menjelang waktu Magrib. Debu vulkanik disebut mulai terasa di sejumlah wilayah dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat, termasuk adanya laporan mengenai serpihan abu vulkanik yang terbawa hingga kawasan Jabodetabek.
Menurut Maman Supratman, masyarakat perlu melakukan langkah-langkah pencegahan, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah. Penggunaan masker dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan debu terhadap saluran pernapasan. Masyarakat juga dapat menggunakan Masker Dan kacamata pelindung apabila kondisi abu atau debu vulkanik berpotensi mengganggu kesehatan mata.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak panik, tetapi harus meningkatkan kewaspadaan serta mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan debu vulkanik,” ucapnya’Maman Supratman.
Ia juga mengingatkan agar anak-anak, Sampai lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan memakai masker dan kacamata aktivitas di luar rumah apabila konsentrasi debu vulkanik semakin meningkat.
Selain perlindungan diri, masyarakat diminta terus memantau perkembangan situasi melalui informasi dan imbauan resmi pemerintah serta instansi berwenang. Informasi resmi dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi di tengah maraknya informasi mengenai erupsi di media sosial.
Maman Supratman juga mengajak warga meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dengan saling mengingatkan apabila kondisi udara mulai dipenuhi debu vulkanik.
(Murjaya)






