Mitranegara.mn.tv.com
PALEMBANG, – Kejuaraan Pencak Silat Piala Rektor III Universitas Bina Darma Tingkat Nasional Tahun 2026 berlangsung meriah di GOR Denpo Jakabaring Sport City, Palembang, sejak tanggal 14 hingga 17 Mei 2026. Mengusung tema “Satukan Tekad Raih Prestasi Tertinggi”, kegiatan ini merupakan program rutin kampus selaku mitra strategis Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPI) Provinsi Sumatera Selatan, dan kini sedang dipersiapkan untuk ditingkatkan statusnya menjadi ajang permanen serta masuk ke dalam Kalender Prestasi Nasional cabang olahraga pencak silat.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Bina Darma, Prof. Dr. Edi Surya Negara, M.Kom., menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi penyelenggaraan yang telah memasuki gelaran ketiga kalinya, dilaksanakan secara rutin setiap dua bulan sekali. Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Wahyu Tri Hadiat, melaporkan ajang tahun ini diikuti oleh hampir 40 kontingen yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, termasuk partisipan dari luar wilayah Sumatera Selatan, dengan antusiasme yang sangat tinggi dari seluruh peserta.
Namun, di tengah kemeriahan dan suksesnya pelaksanaan, kegiatan ini sempat menuai sorotan serta pertanyaan dari sejumlah kontingen dan pemberitaan di media online. Isu yang mengemuka antara lain terkait perubahan penyebutan nama kegiatan, penggunaan istilah “tingkat nasional”, serta keabsahan rekomendasi dari Pengurus Besar (PB) IPSI. Hal ini menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan nilai biaya pendaftaran yang telah disetorkan serta sah atau tidaknya piagam penghargaan yang diterbitkan bagi para pemenang.
Menanggapi berbagai pertanyaan dan isu yang berkembang tersebut, Ketua IPSI Sumsel Ir. Eddy Santana Putra, MT., memberikan penjelasan resmi yang disampaikan melalui Sekretaris Umum IPSI Sumsel, Darlis, saat berbincang khusus dengan awak media di lokasi kegiatan. Ia menegaskan secara tegas bahwa kegiatan ini sah secara hukum organisasi, telah memiliki izin lengkap, serta mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumsel, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), hingga Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumsel.
“Ada perbedaan yang sangat jelas antara kegiatan bersifat Terbuka dengan Kejuaraan Nasional. Kegiatan yang kami selenggarakan ini sifatnya terbuka, izin dan rekomendasi penyelenggaraan sudah ada dan diterbitkan oleh IPSI Sumsel, sehingga sah dan diakui keberadaannya. Penyebutan istilah ‘tingkat nasional’ pada nama kegiatan merujuk pada cakupan peserta yang datang sangat luas dari berbagai daerah, bukan berarti statusnya sama persis dengan Kejuaraan Nasional yang memang harus dikoordinasi langsung ke tingkat pusat oleh PB IPSI,” jelas Darlis meluruskan pemahaman publik.
Lebih lanjut dijelaskan, dokumen penghargaan atau piagam yang diterbitkan kepada para juara memiliki kekuatan hukum dan sah secara organisasi. Saat ini, pihaknya sedang melengkapi berbagai persyaratan administrasi, mengingat salah satu syarat utama agar ajang ini tercatat resmi di tingkat nasional adalah harus diselenggarakan secara berturut-turut minimal tiga kali, yang mana syarat tersebut baru saja dipenuhi pada gelaran kali ini.
Di sela-sela penjelasan dan wawancara berlangsung, nama Darlis sendiri menjadi sorotan dan pembicaraan tersendiri di kalangan pengurus maupun awak media. Sosok yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum IPSI Sumsel tersebut disebut-sebut dan diyakini insya Allah akan menjadi salah satu kandidat terkuat untuk menduduki kursi Ketua IPSI Sumsel pada periode kepengurusan mendatang, yakni tahun 2026–2030, berkat kinerja, loyalitas, dan peran aktifnya dalam meluruskan berbagai kebijakan organisasi.
Diharapkan, dengan terselenggaranya kegiatan rutin ini secara berkelanjutan, kualitas pembinaan atlet di lingkungan perguruan tinggi semakin meningkat dan mampu melahirkan bibit-bibit atlet andalan, baik di tingkat Provinsi Sumatera Selatan maupun di kancah Nasional. Proses pengusulan agar ajang ini masuk ke dalam kalender prestasi nasional pun terus dijalankan secara bertahap, prosedural, dan sesuai ketentuan yang berlaku agar ke depannya semakin diakui dan berkontribusi besar bagi kemajuan pencak silat Indonesia.
Reporter: Joe






