SUMUT _ mitranegaramntv.com –
Cuaca panas dan musim kemarau yg berlangsung selama beberapa bulan terakhir berdampak serius terhadap ketersediaan air di kota pematang siantar. Direktur utama perusahaan umum Daerah perumda tirta uli Arianto, mengungkapkan debit air dari sejumlah sumber produksi mengalami penurunan signifikan.

Semua sumber produksi air menurun. Yang paling parah nya lagi di wilayah siantar sitalasari karena sumber mata air nya berasal dari naga huta. Ujar arianto,senin 18 Agustus 2025.

Menurut arianto, kemarau panjang membuat mata air di daerah hulu tidak mendapatkan suplai hujan yg cukup, kondisi ini berdampak langsung terhadap produksi air tirta uli,, segala upaya sudah kita lakukan tapi permasalahan nya memang dari sumber nya Muda mudahan hujan segera turun dibagian atas, bukan hanya di siantar saja. (Kata arianto Direktur Utama PDAM Tirta uli.

Iya juga menjelaskan normal nya tinggi air di salah satu sumber mencapai 36 sentimeter, namun saat ini hanya tersisa 29 sentimeter Kondisi ini menyebabkan tirta uli kehilangan debit air sekitar 2,38 liter per detik disatu sumber saja (20/08/2025) 

Secara keseluruhan penurunan debit di naga huta I dan II mencapai 30 persen dari 33,59 liter/detik menjadi 23,07 liter / detik hal terjadi serupa dengan naga huta III dan IV, turun dari 40,60 liter/detik menjadi 27,60/ detik


(B. Situmorang)

By Jomsen Silitonga Wakil Pimpinan Redaksi

Kejujuran Adalah Modal Utama