Pandeglang (Banten), Mitranegaramntv.com –
Warga Desa Ciandur, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, menyambut positif rencana pembangunan jalan desa ruas Polsek Saketi–Pematang yang akan dilaksanakan melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) oleh Pemerintah Provinsi Banten.
Antusiasme warga terlihat saat kunjungan Gubernur Banten, Andra Soni, ke wilayah tersebut pada Senin (20/4/2026). Kehadiran gubernur dinilai membawa harapan baru bagi perbaikan infrastruktur yang selama ini dinantikan masyarakat.
Salah satu warga, Umiyah (44), mengungkapkan rasa syukurnya atas rencana pembangunan tersebut. Ia berharap akses jalan yang lebih baik dapat menunjang aktivitas warga sehari-hari, terutama saat musim hujan.
“Terima kasih kepada Pak Gubernur. Semoga pembangunan berjalan lancar dan jalan yang dibangun nanti bisa memudahkan kami beraktivitas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ebi Suhaebi (54). Ia menilai ruas jalan tersebut memiliki peran penting karena menjadi akses utama menuju fasilitas umum seperti pasar, puskesmas, dan sekolah.
“Kami sangat membutuhkan jalan yang layak. Mudah-mudahan ke depan aktivitas warga jadi lebih lancar,” katanya.
Menurut Ebi, masyarakat juga siap mendukung proses pembangunan, termasuk dengan menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan bahwa program Bang Andra merupakan salah satu upaya pemerintah provinsi dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah perdesaan.
Ia menyebut, selama ini pembangunan infrastruktur desa masih menghadapi keterbatasan anggaran yang hanya bergantung pada dana desa, sementara kebutuhan di lapangan cukup besar.
“Melalui program ini, pemerintah provinsi hadir untuk mempercepat pembangunan jalan desa secara bertahap,” jelasnya.
Andra menambahkan, pembangunan ruas jalan tersebut direncanakan akan dilakukan secara bertahap hingga terhubung ke wilayah Maja.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar memahami proses teknis pembangunan, khususnya pada pekerjaan beton yang memerlukan waktu pengerasan sekitar 28 hari agar mencapai kekuatan optimal.
“Kami berharap masyarakat dapat ikut menjaga kualitas pembangunan, termasuk tidak melintasi jalan saat proses pengerjaan berlangsung,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Andra turut mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam membayar pajak kendaraan bermotor, sebagai salah satu sumber pendanaan pembangunan daerah.
Di sisi lain, Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 akan dilakukan pembangunan sepanjang 1,6 kilometer dengan lebar 4 meter menggunakan konstruksi beton, dengan anggaran sekitar Rp4,8 miliar.
Menurutnya, dari total panjang ruas yang mengalami kerusakan sekitar 2,8 kilometer, pengerjaan difokuskan pada titik-titik dengan kondisi terparah agar hasilnya lebih optimal.
“Untuk sisa ruas, direncanakan akan dilanjutkan pada tahun berikutnya hingga seluruh jalur dapat terhubung,” jelas Arlan.
Pemerintah berharap pembangunan ini dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.
(Ilham Nurdiansyah Putra)






